anak laki laki yang ditemukan nabi ilyas bernama

NabiIlyasa; Nabi Syuaib; Nabi Ilyas; Keluarga Imran; Anak Nabi Ya`qub as yang bernama Levi diberikan tanah di Mesir [5] Berapa banyak orang-orang yang menginginkan kekuasaan harus diperlukan orang yang banyak Nabi Daniel ditemukan bersama perhiasan yang bersamanya, dan terdapat cincin Nabi Daniel yang sangat diinginkan Umar bin Khattab NamaNabi Ilyas ‘alaihi as-salam disebut dalam Al-Qur’an 2 kali, pertama pada Surat Al-An’am 85, dan kedua Surat Ash-Shaffat ayat 123. Sifat Nabi Ilyas as: 1. Penyabar 2. Patuh perintah Allah. Mukjizat Nabi Ilyas as. Memiliki pakaian dari cahay dan sayap 2. Terbang dengan seekor kuda dari api bersama para malaikat. 20. Nabi Ilyasa as Konon Raja Philips II sangat gelisah ketika memiliki anak laki-laki. Bagaimana dapat mendidiknya sehingga dapat menjadi pewaris kerajaan yang kuat, adil dan bijak. maka anak Raja Philips II yang bernama Iskandar itu dipondokkan di Pesantren yang diasuh oleh Kyai Aristoteles. Setelah dinyatakan lulus maka saatnya Iskandar mengganti tahta BacaJuga: Inspirasi Nama Bayi Perempuan Islami Dari A Sampai Z Rangkaian Nama Bayi Laki-laki Masa Kini 3 Kata dari A – E. Adzra Nadhifa Syafa, yang mempunyai arti : Anak laki-laki yang dilahirkan bersih dan selalu dianugerahi untuk memberikan syafaat. Adzra (Islami) artinya Anugrah Nadhifa (Islami) artinya Bersih NabiLuth adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim. Ayahnya yang bernama Hasan bin Tareh adalah saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Ia beriman kepada bapa saudaranya Nabi Ibrahim mendampinginya dalam semua perjalanan dan sewaktu mereka berada di Mesir berusaha bersama dalam bidang perternakan yang berhasil dengan baik binatang ternaknya Chord Tak Ingin Usai. Kisah Nabi Ilyas disebutkan dalam ketiga agama samawi abrahamik yakni Islam, Nasrani, dan Yahudi. Nabi Ilyas AS disebut-sebut merupakan keturunan dari Nabi Harun dan diturunkan di tengah-tengah Bani Israil setelah Nabi Sulaiman AS wafat di Ilyas diperintahkan berdakwah di tengah-tengah Bani Israil yang terpecah-pecah pasca pemerintahan Nabi Sulaiman. Kaum Israil ini telah melupakan ketauhidan dan gemar mengejek-ejek ulama dan ahli kitab. Maka demi meluruskan tauhid dan akhlah kaum inilah Nabi Ilyas dalam Qur'an, nama Nabi Ilyas AS disebutkan sebanyak tiga kali. Yang pertama berada di dalam surah Al-An'am ayat 85 وَزَكَرِيَّا وَيَحْيٰى وَعِيْسٰى وَاِلْيَاسَۗ كُلٌّ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَۙ Dan Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh. Al-An'am ayat 85Dalam kisah Nabi Ilyas, beliau disebutkan hidup di tengah-tengah kaum yang menyembah berhala bernama Ba'al. Pada masa itu, Nabi Ilyas diperintahkan Allah untuk menyebarkan ketauhidan di dalam pemerintahan firaun bernama Ahab yang mendorong praktik-praktik penyembahan Ilyas terus berupaya mengingatkan agar umatnya mau meninggalkan kebiasaan sesat tersebut namun seperti kisah-kisah nabi dan rasul pada umumnya, ajakan tersebut hanya berbuah ejekan tak jarang menghasilkan kekerasan. Bani Israil tetap tak peduli dengan dakwah yang disampaikan nabi serta rasulnya. Dalam beberapa literatur bahkan disebutkan tak jarang Bani Israil berhasil membunuh para nabi. Namun Nabi Ilyas tak berputus asa. Ia terus menyeru kepada Bani Israil untuk kembali menyembah Allah SWT. Kisah Nabi Ilyas saat berdakwah ini diabadikan dalam Al-Quran surah As'Saffat ayat 123 hingga 126. Nabi Ilyas AS mempertanyakan mengapa kaum Bani Israil tidak mau bertaqwa dan justru menyembah berhala bernama Ba'al اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخَالِقِيْنَۙ Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan Allah sebaik-baik pencipta. As-Saffat ayat 125Al-Quran menyatakan ada sebagian kecil dari Bani Israil saat itu yang berhasil mengikuti ajaran Nabi Ilyas. Namun mayoritas umat Nabi Ilyas menolak mengakui kenabian Nabi Ilyas dan juga menolak Allah sebagai Tuhan Semesta Israil tetap hidup tanpa mengindahkan perintah dan larangan Allah. Mereka terus hidup sesuai kehendak mereka sendiri dan terus menyembah berhala yang terbuat dari emas. Dari Ba'al, Bani Israil meminta perlindungan, nasib baik, dan ini membuat Nabi Ilyas AS khawatir. Perbuatan musyrik seperti yang ditampakkan Bani Israil dapat mengundang murka Allah. Murka ini pun timbul dalam bentuk tak adanya hujan yang turun di wilayah tersebut dalam jangka waktu yang panjang. Namun Nabi Ilyas segera mendapat wahyu bahwa tak lama lagi akan turun hujan di kawasan Ilyas lalu mendatangi umatnya untuk memberitahukan kabar gembira tersebut. Namun mereka tetap membangkang atas kenabian Nabi Ilyas dan mengatakan Nabi Ilyas sebagai pengacau. Segera saja beliau bermunajat kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan untuk membuktikan perkataannya dan Allah lalu menurunkan kembali subur, tanaman kembali tumbuh, perekonomian pun membaik. Namun berbeda dengan apa yang diharapkan Nabi Ilyas, mereka tetap durhaka kepada Allah dengan tetap menyembah Ba'al dan terus melakukan SWT pun bertambah murka. Kaum Bani Israil kembali ditimpa bencana atas kelakuannya. Allah menurunkan bencana alam berupa gempa bumi yang dahsyat untuk menghukum kaum yang tersesat itu. Tak pelak peristiwa ini menimbulkan korban jiwa yang tak Nabi Ilyas bersama segelintir orang-orang beriman selamat dari musibah tersebut karena terlebih dahulu meninggalkan kawasan itu atas petunjuk dan kehendak tafsir Ibnu Katsir diriwayatkan bahwa Nabi Ilyas merupakan keturunan dari Nabi Harun sedangkan Nabi Harun merupakan kakak kandung dari Nabi Musa. Dalam Al-Quran, kisah-kisah Nabi Harun sering dikaitkan dengan kisah Nabi Musa karena memang kedua nabi dan rasul itu hidup di wilayah dan rentang waktu yang permohonan Nabi Musa AS, Harun kemudian diangkat Allah SWT untuk menjadi nabi untuk melawan kezaliman firaun. Ia juga dikaruniai kemampuan komunikasi yang gemilang untuk memudahkannya berdakwah kepada kaumnya yakni Bani yang telah diketahui, Firaun memang membenci kaum Bani Israil. Hal yang mendasari perbuatan Firaun tersebut adalah karena Bani Israil termasuk kaum yang mempelajari kitab yang berisi firman Allah yang diwariskan oleh Nabi kitab tersebut dinubuatkan bahwa akan ada seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan merusak tatanan pemerintahan Firaun yang lalim dan akan menghancurkan Firaun. Karena nubuat inilah Firaun mencoba membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari perempuan cerita, perjuangan Nabi Musa dan Nabi Harun itu terus berlanjut hingga anak keturunannya, termasuk Nabi Ilyas AS. Namun perjuangan Nabi Ilyas tak pernah mudah, ia acapkali diancam kaumnya sendiri sehingga suatu waktu terpaksa melarikan diri dan menyembunyikan diri dalam sebuah gua hingga beberapa tahun. Diceritakan selama berada di dalam gua, Nabi Ilyas diberikan mukjizat berupa burung gagak yang setia membawakannya makanan agar beliau dapat bertahan pada suatu saat, gua tempat Nabi Ilyas berhasil diketahui oleh sekelompok orang dari Bani Israil dan membuat Nabi Ilyas berpindah tempat. Setelah sekian lama menjadi pelarian, beliau kemudian menemukan rumah terpencil. Tuan rumah perempuan yang baik tersebut kemudian mempersilakan Nabi Ilyas untuk masuk dan saat yang sama Nabi Ilyas mengetahui bahwa ada seorang lelaki dari anggota keluarga tersebut sedang sakit parah kemudian Nabi Ilyas berdoa kepada Allah untuk kesembuhan anggota keluarga tersebut. Anggota keluarga yang sedang sakit tersebut sembuh atas izin Allah SWT dan ternyata anggota yang sakit tersebut adalah Ilyasa yang tidak lama setelah itu diangkat menjadi belajar bersama Nabi Ilyas, Nabi Ilyasa kemudian mengikuti ajaran Nabi Ilyas dan ikut berdakwah bersamanya. Selama beberapa tahun Nabi Ilyas dan Ilyasa melanjutkan dakwahnya di Ba’ di daerah tersebut mulai putus asa terhadap bencana yang dialami kota tersebut karena berhala yang disembahnya tidak mampu memberikan kesembuhan penderitaan kaum tersebut. Bani Israil pun berjanji akan mengikuti apa yang diperintahkan Nabi Nabi Ilyas berdoa kepada Allah SWT supaya kaum Bani Israil terlepas dari kesengsaraan. Kaum Bani Israil pun menghancurkan patung-patung yang disembah sebelumnya. Setelah itu kaum Bani Israil diturunkan hujan sehingga sawah dan ladang mereka subur dan mereka kembali hidup tahun kemudian, kaum Bani Israil ingkar kembali dan menyembah berhala. Lalu Nabi Ilyas berdoa kembali kepada Tuhan agar kaum tersebut dibukakan pintu hatinya, namun akhirnya bencana kekeringan melanda kaum Bani Israil dan kemudian Nabi Ilyas meninggalkan kaumnya dari kampung tersebut. Ada beberapa riwayat yang masih diperdebatkan oleh ulama bahwa setelah Nabi Ilyas meninggalkan kaumnya, Nabi Ilyas diwafatkan dengan cara diangkat ke langit oleh Allah. Wallahua'lam sekelumit kisah Nabi Ilyas AS. Semoga kisah tersebut dapat diambil hikmahnya dan menjadi petunjuk untuk menjalani kehidupan sehari-hari. afr Jakarta - Di antara para nabi dan rasul ada sejumlah kisah populer mengenai mereka. Tetapi mungkin sebagian muslim banyak yang belum mendengar kisah Nabi Ilyas AS singkat buku Kisah Para Nabi oleh Imam Ibnu Katsir, ada dua pendapat yang menerangkan keturunan Nabi pertama menyebutkan, Nabi Ilyas adalah anak dari Yasin bin Pinehas bin Eleazar bin Harun. Ada pula yang menyebut beliau keturunan Azer bin Eleazar bin Harun bin Imran. Nabi Ilyas diutus kepada Bani Israil di wilayah Ba'labak, bagian barat Damaskus. Ada riwayat menarik mengenai Nabi Ilyas. Berikut Nabi Ilyas DiutusKisah Nabi Ilyas dan kaumnya tercantum dalam Surah As-Saffat ayat 123-128, dan riwayat itu Allah SWT terangkan secara Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa Allah SWT mengutus Nabi Ilyas kepada Bani Israil. Beliau diperintah untuk menyerukan ajaran Allah SWT kepada mereka yang kala itu menyembah patung atau berhala yang bernama Ba' Ilyas pun menjalankan tugas dari Allah dengan sungguh-sungguh, tetapi kaumnya terus menentang dan raja mereka mengancam akan membunuhnya. Karena itulah Nabi Ilyas pergi ke Gunung Qasiyun untuk bahwa ia bersembunyi di sebuah gua dan baru kembali setelah sepuluh tahun, hingga raja itu meninggal dan digantikan dengan raja lain. Kemudian ia keluar dari sana bersama seseorang yang diyakini adalah Nabi Ilyasa Ilyas kembali mengajak raja Bani Israil yang baru kepada ketauhidan Allah SWT, tetapi ditolak. Padahal banyak dari rakyatnya yang mau beriman kepada Allah, diperkirakan lebih dari sepuluh ribu raja itu menegaskan untuk tidak menerima ajaran Nabi Ilyas dan memerintahkan tentaranya untuk membunuh hingga lenyap siapa saja dari Bani Israil yang beriman kepada dengan Nabi Ilyasa ASKetika Nabi Ilyas melarikan diri dari ancaman pembunuhan raja dan kaumnya, ia menetap di sebuah gua di Gunung Qasiyun hingga empat puluh hari. Selama di sana ia memakan makanan yang dibawa oleh burung terus berpindah-pindah tempat persembunyian di kawasan gunung tersebut, yakni di lereng dan sungai. Hingga suatu hari ia menemukan rumah seorang wanita Bani Israil yang buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul karangan Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, wanita itu memiliki anak laki-laki yang dipercaya oleh sejumlah ulama sebagai Nabi Ilyasa AS. Kala itu Nabi Ilyasa masih sangat muda dan menderita penyakit, dan sang ibu meminta Nabi Ilyas untuk mendoakan dan membantu penyembuhan sepuluh tahun persembunyiannya, barulah Nabi Ilyas kembali kepada kaumnya untuk menyeru lagi kepada jalan Allah SWT. Dan ia ditemani Nabi Ilyasa yang merupakan sahabat sekaligus yang mendampinginya dalam menyiarkan jalan kebenaran. Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Simpan Al-Qur'an Dekat Sesajen-Akui Tertarik Islam" [GambasVideo 20detik] rah/rah Ilustrasi - Laut di Israel. Foto Pixabay/dozemode Jakarta - Nabi Ilyasa AS merupakan anak angkat Nabi Ilyas AS, ayahnya sendiri bernama Akhtub bin 'Ajuz. Ilyasa diangkat menjadi nabi dan rasul setelah Nabi Ilyas AS wafat. Pada zaman Nabi Ilyasa AS, rakyatnya sejahtera, makmur perekonomiannya, dan hidup aman sentosa, karena mereka taat kepada perintah dan ajaran Nabi Ilyasa Ilyasa meneruskan apa yang sudah dibangun oleh ayah angkatnya. Ia tetap menyeru kaum Bani Israil agar tidak menyeleweng dari aturan yang ada, yakni menyembah Allah sangat setia dan memahami dengan baik yang dilakukan oleh Ilyas sebagai ayah angkatnya. Ilyasa merupakan anak yang penurut dan selalu peduli pada Ilyas. Ia selalu membantu dan menjaga Ilyas pada saat sedang sakit di mana pun berada. Pada zaman Nabi Ilyasa, kaum Bani Israil yang sebelumnya telah bertobat kembali lagi kepada jalan yang salah. Mereka menyembah berhala dan mengingkari ajaran yang sebelumnya telah disampaikan oleh Nabi Ilyas. Hal itu tentu menjadi tugas Nabi Ilyasa yang kemudian diharuskan untuk melanjutkan dakwah kepada kaum dakwah Nabi Ilyasa tidak mulus, tetapi mendapat banyak rintangan seperti yang telah dilakukan Bani Israil terhadap Nabi Ilyas sebelumnya. Tak jarang Ilyasa menerima cacian dan juga hinaan pada saat melakukan seruan kemudian memberikan azab lagi kepada Bani Israil agar mereka mengerti dan mau kembali lagi menjalankan perintah untuk menyembah Allah. Siksaan yang diturunkan Allah cukup beragam, seperti azab kekeringan yang menimpa mereka sebagai ganjaran atas kekufuran itu membuat mereka sadar bahwa Ilyasa adalah benar-benar nabi dan rasul yang diutus Allah SWT dan memiliki mujizat. Setelah banyak yang bertobat, Nabi Ilyasa berdoa kembali kepada Allah untuk menghentikan azab tersebut. Setelah azab berhenti, Bani Israil kembali mendapatkan rezeki hujan yang membuat lahan kembali subur. “Dan Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat di masanya. Setelah Nabi Ilyasa wafat, umat Bani Israil kembali meninggalkan agamanya. Makin hari kekufuran mereka makin bertambah, sehingga Allah akhirnya melenyapkan dari mereka nikmat dan kesenangan yang telah pada zaman itu setelah wafatnya Nabi Ilyasa AS, Nabi Yunus terlahir ke alam dunia, yang kemudian hari pada waktunya ia pun dijadikan oleh Allah SWT, sebagai utusan-Nya dalam menyampaikan ajaran tauhid monoteisme.Alquran Menyebut Nama Nabi Ilyasa AS Dua KaliNama Nabi Ilyasa AS disebut dalam Alquran sebanyak 2 kali, pertama pada Surat Al-An’am 86, dan kedua Surat Shad ayat 48.“Dan Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat di masanya. Dan Kami lebihkan pula derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. dan Kami telah memilih mereka untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. “ Al-An’am 86-87Pada Surat Al-An’am 87 di atas, Allah SWT menyatakan juga melebihkan derajat di antara bapak-bapak mereka, seperti Ibrahim ayah dari Ismail, keturunan mereka Nabi Muhammad SAW adalah keturunan Ismail, dan juga derajat sebagian dari saudara-saudara mereka Ishaq adalah saudara Ismail. Mereka semua dipilih oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul dan ditunjukkan kepada mereka jalan yang yang kedua kali nama Ilyasa disebut dalam Surat Shad ayat 48. “Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik . Ini adalah kehormatan bagi mereka. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar disediakan tempat kembali yang baik” Shad 38 48-49Pada ayat ini diterangkan Ismail lalu Ilyasa dan kemudian Nabi Zulkifli. Ketiganya adalah orang-orang pilihan, artinya semuanya adalah Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT. Nama mereka disebut sebagai sebuah kehormatan, penghargaan, dan sebagaimana Nabi dan Rasul lainnya. Nama-nama nabi tersebut yang nantinya akan tetap diperbincangkan umat manusia untuk diambil pelajaran sepanjang masa, bahwa mereka sebagai pejuang yang meluruskan penyimpangan, terutama penyimpangan dari tauhid kepada Allah SWT dan membimbing mereka ke jalan yang versi Al-Kitab, Ilyasa 885-795 SM ditulis juga Elisa dan Eliseus. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 830 SM dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil dan orang-orang Amoria di Panyas, Syam. Ia wafat di adalah anak angkat dari Ilyas. Tatkala Ilyas dikejar-kejar oleh kaumnya yang durhaka, ia bersembunyi di rumah Ilyasa yang waktu itu masih belia dan sedang sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh mereka bersahabat dan Ilyasa selalu mendampingi Ilyas menyeru kaumnya kepada perjuangannya, Nabi Ilyasa dibekali oleh Allah SWT dengan mukjizat untuk membuktikan kenabiannya. Dari segi syariat Nabi Ilyasa, sebagaimana Nabi Ilyas meneruskan syariat yang dibawa oleh Nabi Musa AS dalam Kitab Taurat. []Baca jugaPerjalanan Hidup Nabi Musa AS, Adik Nabi Harun ASPerjalanan Hidup Nabi Sulaiman AS, Putra Nabi Daud AS Jakarta - Nabi Ilyasa AS merupakan salah satu dari 25 nabi yang wajib kita imani. Sebagai utusan Allah SWT, Nabi Ilyasa AS menjalankan tugas dakwahnya dengan banyak riwayat yang menceritakan kisah kenabian dari Nabi Ilyasa AS. Namun demikian, kisahnya memiliki kesinambungan dengan Nabi Ilyas sebelumnya dalam kisah Nabi Ilyas AS, dalam perjalanan Nabi Ilyas AS dari pengejaran kaum Bani Israil, ia bertemu dengan laki-laki yang sedang sakit keras. Orang itu adalah Nabi Ilyasa AS. Atas izin Allah SWT lewat perantara Nabi Ilyas AS, akhirnya Allah SWT mengangkat sakit keras yang diderita Nabi Ilyasa AS. Beberapa riwayat mengatakan setelah diangkat sakitnya, ia dijadikan anak angkat oleh Nabi Ilyas juga yang mengatakan ia dijadikan sebagai muridnya. Terlepas dari dua pendapat tersebut, Nabi Ilyasa AS adalah rasul yang diutus setelah masa kenabian Nabi Ilyas halaman selanjutnya loading... Anak AngkatDi tengah pelariannya, Nabi Ilyas menemukan sebuah rumah di gurun pasir. Sumber lain menyebut, di tengah persembunyian itu Ilyas diutus untuk menemui seorang ibu yang memiliki anak laki-laki. Ilyas tinggal sementara di sana, makan, minum, tidur dan hari-harinya dihabiskan di rumah itu. Di situlah ia dipertemukan dengan Ilyasa’ yang kelak juga diangkat sebagai Nabi Ilyasa’ saat itu begitu memprihatinkan karena ia mengidap sakit keras sejak lama. Kemudian Nabi Ilyas berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar penyakitnya disembuhkan. Berkat izin Allah SWT, Ilyasa’ bisa sehat seperti sedia kala. Nabi Ilyas kemudian mulai mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada Ilyasa. Menurut sebagian riwayat, hal yang pertama diajarkan kepada ilyasa adalah Ilyas ditemani Ilyasa’ kemudian melanjutkan dakwah mereka. Pada saat itu, kondisi kekeringan dan kemarau panjang sudah demikian parah menimpa Bani Israil, makanan sudah sulit didapat, ternak banyak yang mati, dan lahan-lahan menjadi tandus. Karena putus asa, mereka pun berusaha mencari Nabi Ilyas. Ketika berjumpa, mereka memohon kepada beliau agar bisa membantu persoalan yang dihadapi Ilyas memerintahkan kaumnya agar meninggalkan sesembahan berhala Baal dan beriman kepada Allah. Dalam doanya, Nabi Ilyas memohon kepada Allah agar mengabulkan doanya. Beliau berkata, “Ya Tuhanku, semoga Engkau berkenan menghilangkan dari mereka bahaya kelaparan yang telah mengancam kehidupan mereka, dan mudah-mudahan setelah itu terjadi menjadikannya orang-orang yang bersyukur kepada Engaku.”Allah SWT mengabulkan doa Nabi Ilyas dengan menurunkan hujan sehingga kekeringan dan kemarau panjang berakhir. Hujan ini membuat sawah-ladang menjadi subur kembali, binatang-binatang berkembangbiak dan menurunkan anak-anaknya yang sangat banyak. Namun, keimanan mereka ini tak berselang lama, sebab keingkaran bani Israil kembali dengan menyembah Baal dan berhala lainnya. Mereka akhirnya diazab dengan kekeringan dan kemarau panjang. Baca Juga Nabi IlyasaSetelah Nabi Ilyas wafat, banyak kaum Bani Israil yang semula telah dituntun untuk ke jalan yang benar oleh Nabi Ilyas menjadi kembali durhaka dan menyekutukan Allah SWT. Setelah itu, Nabi Ilyasa juga baru menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang begitu mudah lalai dan kembali ke jalan Nabi Ilyas, tak gentar dengan berbagai rintangan, Nabi Ilyasa berusaha mengembalikan kaumnya ke jalan yang benar. Nabi Ilyasa terus menyeru menyembah Allah kepada kaumnya. Beliau selalu mengingatkan kaumnya tentang adanya hari akhir, beserta surga dan Ilyasa adalah keturunan keempat dari Nabi Yusuf As. Ia diutus Allah SWT untuk menjalani dakwah bagi kaumnya, yakni Bani Israil. Di dalam Al-Qur'an surah Al-An'am ayat 86-87, Allah SWT telah berfirmanوَاِسْمٰعِيْلَ وَالْيَسَعَ وَيُوْنُسَ وَلُوْطًاۗ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ وَمِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَاِخْوَانِهِمْ ۚوَاجْتَبَيْنٰهُمْ وَهَدَيْنٰهُمْ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍArtinya "dan Ismail , Ilyasa, Yunus , dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat lain pada masanya". "dan Kami lebihkan pula derajat sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka menjadi nabi dan rasul dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus,". Keempat nabi itu Ismaiil, Ilyasa’, Yunus dan Luth merupakan manusia pilihan yang dilebihkan derajatnya oleh Allah SWT di atas umat pada masanya. Baca Juga Selain itu, Sang Maha Pencipta juga melebihkan derajat mereka di antara bapak-bapaknya dalam hal ini seperti Nabi Ibrahim yang merupakan ayah Nabi Ismail, keturunan mereka Nabi Muhammad ialah keturunan Nabi Ismail, serta sebagian dari saudaranya Nabi Ishaq saudara Nabi Ismail.Selain di surah Al-An'am, nama Nabi Ilyasa As juga bisa ditemukan di surah Shad ayat 48. Bunyinya adalah sebagai berikutوَاذْكُرْ اِسْمٰعِيْلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ ۗوَكُلٌّ مِّنَ الْاَخْيَارِۗArtinya"Dan ingatlah Ismail, Ilyasa dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik". Kemudian dilanjutkan pada 2 ayat berikutnya dengan terjemahan sebagai berikut "Ini adalah kehormatan bagi mereka. Dan sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa disediakan tempat kembali yang terbaik,yaitu surga ’Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka."

anak laki laki yang ditemukan nabi ilyas bernama